Rabu, 05 Desember 2012

MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM ALAMI




A.   Peran Manusia Dalam Ekosistem

Manusia adalah makhluk hidup yang harus berinteraksi dengan alam lingkungannya.Pola hidup manusia sangat mempengaruhi lingkungan hiudpnya karena manusiamengusahakan dan memanfaaatkan sumber daya alam untuk keperluanhidupnya.Manusia bersama organisme lainnya di dalam lingkungannya merupakanekosistem. Pengaruh manusia terhadap lingkungannya semakin lama semakin banyak danberanekaragam, sehingga kemungkinan kerusakan lingkungan hidup pun semakin besar,untuk itu agar ekosistem tetap terjaga maka harus ada keseimbangan didalamnya danharus lah kita pahami bahwa ekosistem tedapat komponen komponen yaitu KomponenBiotik ( Produsen, Konsumen, Pengurai) dan komponen Abiotik ( kondis fisik dan kimiatempat hidup, habitat/substrat). 


Berikut ini ada bebrapa organisasi dalam ekosistem :

1.      Populasi

Populasi dapat dikatakan sebagai kumpulan individu suatu spesies makhluk hidupyang sama dalam suatu daerah atau wilayah tertentu dan pada waktu tertentu.  Jikakita pikirkan, berapa banyak individu yang dapat berkumpul menjadi populasi?.Cara  menentukan batasan populasi yang lebih baik didasarkan kepadapengaruh/individu lain dalam suatu populasi. Jadi populasi itu dapat dipandangsebagai suatu sistem yang dinamis dari pada gejala individu yang selalu melakukanhubungan. Maka dari itu populasi adlah kumpulan individu sebuah spesies yangmampu berkembang biak silang antar satu individu dengan individu lainnya.Namuntentu saja individu tersebut tidak hanya berinteraksi melalui berkembang biak secarasilang saja, tetapi juga berhubungan secara dinamis dalam hal hal lain.Berikut adalah ulasan mengenai kepadatan populasi, kepadatan populasi adalahhubungan jumlah individu tiap m3, misalnya dalam sebuah akuarium yang berukuran60cm X 30 cm X 30 cm dipelihara ikan mas 30 ekor untuk 54.000 cm3 atau dalam0,54 m3,

Jdi Kepadatan populsasisebagai berikut 


Keterangan :
D = Densus  =  Padat  = Kepadatan
N = Numerus  =  jumlah = Frekuensi
S = Spatum   = Ruang = Luasan daerah yang  ditempati



Jawab:



Jika kepadatan populasi naik maka kebutuhan akan tempat tinggal bahan makanandan kebutuhan lain lainnyamenjadi diluar kemampuan, jika hal itu terjadi akantimbullah persaingan yang menimbulkan 2 akibat :
1. Dalam jangka waktu yang singkat menimbulkan akibat ekologi
2.  Dalam jangka waktu yang panjang menimbulkan akibat evolusi
Akibat  ekologi yang timbul dari persaingan itu adalah:
1.      Kelahiran, kelangsunga hidup dan pertumbuhan populasi yang boleh jadi akntertekan
2.      Terjadinya pemindahan atau emigrasi bpopulasi yang mungkin meningkat Akibat dari evolusi , misalnya dalam suatu populasi ada hewan bertubuh besar dankecil terlibat persaingan, mengakibatykan hewan bertubuh besar  menang , sehinggapopilasi hewan bertubuh besar akan semakin berkembang sedangkan hewan berutbuhkecil akan punah.

Ada 2 faktor lingkungan yang dapat menurunkan daya biak populasi:
1. Faktor bergantung pada kepadatan populasi itu sendiri
2. Faktor tidak bergantung pada kepadatan populasi
Berikut faktor utama yang mempengaruhi Populasi:
1. Natalitas, Kelahiran yaitu kemampuan bertambahnya suatu populasi.
2. Mortalitas, Kematian adlah berkurangnya suatu jumlah populasi
3. Imigrasi & emigrasi, Imigrasi adalah proses masuknya individu kedalam populasi, dan membentuksekelompok baru/bergabung dengan lainnya.Emigrasi adalah keluarnya individu dari suatu bpopulasi untuk membentukkelompok baru ditempat barui.
4.Kompetisi, Interaksi 2 individu/kelompok / populasi yang memperrebutkan sesuatu yang sama.
5.Predasi/ Pemangsa, Pemangsa dari oprganisme yang lebih kuat terhadap organisme yang lebih lemah.
6Penyakit,Pemangsa bagian tubuh organisme yang lebih kecil seperti parasit yangmenyebabkan organisme mangsanya jadi sakit bahkan mati.



2.Komunitas alami

Komunitas adalah beberapa kelompok makhluk yang hidup bersama-sama dalam suatu     tempat bersamaan misalnya : populasi  semut, populasi kutu daun  dan pohontempat mereka hidup membentuk masyartakat   atau suatu komunitas. Dengan memperhatikan keanekaragaman dalam komunitas , dapatlah diperolahgambaran mengenai kedewasaan organisasi komunitas.  Komunitas dalam populasi adalah ibarat makhluk dengan sistem organnya tetapidengan tingkatorganisasi yang lebih tinggi  sehingga memiliki sifat yang khusus untuk kelebihan yang tidak dimiliki oleh sistem organ atau pun komunitas organisasihiduplainnya.

B.   Berbagai Bentuk Komunitas Alami

Komunitas terdapat bermacam-macam , secara garis besar dapat dibagikan dalam dua bagian yaitu:
1. Komunitas Akuatik, Komunitas ini dapat dimisalkan komunitas yang terdapat di laut, di danau, disungai, di parit atau di kolam
2. Komunitas Terrestial, Kelompok organism yang terdapat di p[ekarangan, dihutan, di padang rumput,dipadang pasri.

      Komunitas terdapat karakter yang mempengaruhinya:
1. Kualitatif, seperti komposisi, bentuk hidup, fenologi, dan vitalitas.
2. Kuantitatif  seperti frekuensi, densitas, densitas relative.
3. Sintesis adalah proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju satu arah yang berlangsuung lambat secara teratur pasti terarah dan dapat diramalkan.


C.   Aliran Energi dan Materi dalam Ekosisitem Alami
Dunia dan benda yang ada didalamnya terdiri dari materi dan  energi. Tubuh organism dibangun oleh materi dan hidupnya bergantung pada energy.Tanah , air , udara,tumbuhan, hewan tersusun atas materi.Materi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang menempati ruang . Udara tersusun atasgas-gas yang tidak dapat dilihat namun bias kita rasakan..Wujud materi dapat dibedakanatas 3 yaitu padat , cair, dan gas., semua energy yang memasuki sebuah organisme hidup,populasi/ ekosistem dapat dianggap sebagai energy yang tersimpan atau terlepaskan.Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat dihilang,dihancurkan atau diciptakan.Secara umum, enargi adalah suatu kemampuan untukmelakukan kegiatan.Tanpa enregi, dunia ini akan beku, tanpa energy tidak akan adaproses pertumbuhan di bumi ini. Berikut contoh contoh bentuk energy.

1. Energi Mekanik
2. Energy maknetik
3. Energy listrik
4. Energy kimia
5. Energy bunyi
6. Energy nuklir
7. Energy cahaya
8. Energy panas
9. Energy matahari

Contoh perubahan energy yang berasal dari materi

Energy matahari dapat diubah menjadi energy potensial dalam bentuk makanan. Sepertiterjadi pada tumbuhana energy matahari diubah menjadi zat yang dibutuhkan olehmakhluk lain seperti hewan. Energi tanaman ini akan berpindah ke hewan melaluimakanan dan diubah kebentuklain, sehingga ada sebagiabn energy yang terpakai danenergy yang berubah kebentuk lain missal feces. Dan tidak ada energy yang tidak hilangmelainklan ada yang dimanfaatkan oleh organism lainnya.Sehingga dapat disimpulkan materi dan energy dalam ekosistem alami sanganberhubungan, materi menghasikan energy yang dialirkan dari mata rantai makanan yangsatu ke mata rantai yang  lainnya. Sehingga materi yang menghasilkan energy itu tidak  akan berhenti karena meskipun makhluk hidup dalam mata rantai mati, proses alirannyatidak akan berhenti. 


D.    Macam-Macam Bentuk Pola Kehidupan

Pola kehidupan adalah kebiasaan dalam suatu kehidupan. Seperti contoh polakehidupannya dapat dinilai dari cara manusia mencari kebutuhan.Seperti contoh: dalam suatu desa terdapat pola klehidupan kasta, dimana masih adanya masyarakat yang menbedakan nilai antara orang kaya dengan orang miskin,kedudukan masyarakat kalangan keluarga kerajaan dengan masyaratkat biasa. Hal ituadalah contoh pola kehidupan dalam kehidupan masyratakat.Jika dilihat dari pola hidup keanekaragamn pencarian nafkah, dapat diumpamakanmasyarakat yang tinggal di area pegunungan akan banyak emnekuni lapangan pekerjaanpetani, berbeda dengan masyartakat di sekitar pantai.Bisa dikatakan pola kehidupan juga disesuaikan dengan habitat tenpat makhluk hiduptersebut tinggal, Karen pola itu adalh kebiasaan, dan secara tidak labngsung m,akhlukhidup pastilah akan menyesuaikan pola hidupnya dengan lam sekitar, jika tidak makamakhluk hidup itu terancam punah.


Bentuk pola kehidupan dapat meliputi, 
1. Masyarakat social
2. Upacara
3. Adat istiadat
4. Kehidupan keragaman

Dalam kesempatan ini pola kehidupan yang akan saya bahas adalah pola kehidupanditinjau dari masalah social masyarakat:
1.      Prose terjadinya social, Proses ini melingkupi serangkaian studi sosiologiu yakni interaksi social,stratifikasi social.
2.      Masalah social ini timbul dari kekurangan dalam diri manusia atau kelompokkomunitas social yg bersumber dari factor ekonomi, biologis, kebudayaa,dll.
3.      Perhatian masyarakat social, Dikalangan masyarakat, masalah social  tidak begitu dibicarakan, justru yg menjadi sorotan adalah angaka kecelakaan , hal itu merupakan manifestasi social problem adalah kepincangan yang menuntut keyakinan masyarakat dapat diperbaiki dibatasi ataubahkan kehilangan.


Populasi dan komunitas makhluk hidup

Populasi adalah kumpulan individu makhluk hidup yang sejenis.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan populasi adalah:
1.      natalitas,
2.      mortalitas dan
3.      migrasi (imigrasi dan emigrasi)

Faktor yang mempengaruhi kepadatan  populasi adalah:
1.      kompetisi,
2.      predasi,
3.      penyakit dan
4.      cekaman atau stress

Komunitas adalah kumpulan populasi berbagai jenis makhluk hidup yang saling berinteraksi. Interaksi itu dapat bermacam-macam:
1.      netral , diantara populasi tidak ada saling mempengaruhi , misalnya populasi semut dan lebah.
  1. kompetisi, terjadi persaingan antar populasi, misalnya populasi zebra dan rusa
  2. mutualisme, kalau hubungan antar populasi saling menguntungkan, misalnya antara populasi semut dan kutu pohon.
  3. predasi, jika anggota populasi akan dimakan oleh anggota populasi yang lain , yang makan disebut predator, yang dimakan disebut mangsa, misalnya antara populasi singa dan rusa.
  4. parasitisme, kalau salah satu populasi jadi parasit dari populasi yang lain. Misalnya antara pohon dengan benalu.
  5. komensalisme, interaksi antar populasi , dimana yang satu untung yang lain tidak rugi, misalnya antara pohon dengan anggrek.
Ekosistem adalah kesatuan dari komunitas dengan lingkungan hidupnya.Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya
Lingkungan hidup organisme ada 2 yaitu:
a.       Lingkungan abiotik: tanah, air, udara, cuaca, iklim, suhu, cahaya dll.
b.      Lingkungan biotik: organisme lainnya (semua m.h. yang terdapat dalam suatu ekosistem)
Lingkungan biotik dibedakan 3 kelompok:
  1. Produsen: makhluk hidup yang yang menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis, dengan mengubah zat anorganik menjadi zat organik, misalnya adalah tumbuhan yang memiliki klorofil.
  2. Konsumen: kelompok m.h. yang makanannya tergantung secara langsung maupun tidak langsung pada produsen, contoh hewan dan manusia
  3. Pengurai: m.h. yang menguraikan sisa m.h. yang sudah mati, dengan menguraikan zat organik dari tubuh yang mati menjadi zat anorganik, sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen. termasuk kelompok ini adalah bakteri dan jamur.
Dalam ekosistem ada:
·         Rantai makanan (food chain): Perpindahan energi dari sinar matahari yang dipakai oleh tumbuhan melalui serangkaian organisme dalam peristiwa makan memakan dengan arah tertentu./ proses “saling makan” dalam suatu ekosistem.
·         Jaring-jaring makanan: rantai makanan yang satu dengan yang lainnya dalam suatu ekosistem akan  “saling menjalin”, sehingga membentuk jaring-jaring makanan.

Berbagai bentuk ekosistem alami, antara lain:
1.      Ekosistem darat.
2.      Ekosistem air tawar (danau dan sungai), terbagi menurut kedalamannya:

ü  Zona tepi/z. Litoral, paling kaya penghuni di tepi terdapat pohon yang akarnya mencapai dasar tepi danau, tumbuhan leli dan paku yang mengapung. Hewannya: arthropoda, larva nyamuk, cacing, katak, dan ular.
ü  Zona tengah/z. Limnetik, masih bisa ditembus matahari, terdapat fitoplankton, ikan karnivor, ikan herbivor dan ular.
ü  Zona dasar/z. Profundal terdapat di bawah z. Tengah , hanya terdapat jamur, bacteri pengurai, dan ikan pemakan sisa organisme mati.

3.      Danau merupakan suatu badan air yang menggenang dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan meter persegi.
4.      Ekosistem air laut (estuari, pesisir dan lautan). Zona laut berdasarkan kedalamannya terbagi atas:

ü  Daerah litoral: daerah yang berbatasan dengan darat
ü  Daerah neritik, dalamnya ± 200m dpl.
ü  Daerah batial, dalamnya 200-1500m dpl. Daerah ini masih dapat ditembus sinar matahari (daerah fotik)
ü  Daerah abisal, daerah yang kedalamannya lebih dari 1500m  dan tidak dapat ditembus cahaya matahari (daerah afotik).

5.      Ekosistem buatan antara lain: Hutan buatan, sawah, ladang, kebun, desa, kota, bendungan, kolam.
6.      Faktor alam yang mempengaruhi ekosistem adalah lintang, letak geografis, angin dan arus air.
7.      Habitat: tempat hidup mh. tertentu , dengan keadaan tertentu. Habitat setiap jenis makluk hidup mempunyai status fungsional, kebiasaan makan dan menduduki tingkatan trofik tertentu.
8.      Tingkat trofik: Tingkatan makanan di dalam ekologi, dimana setiap jenis makhluk hidup menempati tingkat tertentu dari sumber makanan/energi.
9.      Nichia: status fungsional atau jabatan dari suatu m.h. di dalam ekosistem. (selain habitat juga meliputi cara makan dan perilakunya, misalnya apa makanannya dan hewan apa predatornya serta apa peranannya dalam ekosistem), jadi niche menggambarkan alamat, pekerjaan dan perilaku organisme dalam lingkungannya.

Siklus materi dan Aliran energi dalam ekosistem alami

Siklus materi : materi dari tanah dan air serta udara, masuk ke produsen dan konsumen kemudian oleh pengurai dikembalikan lagi kedalam air, tanah maupun udara dalam bentuk mineral-mineral dan gas yang diambil lagi oleh produsen.

Aliran materi seperti nutrien, air, karbon, nitrogen, dan fosfor di alam berupa siklus yang abadi.
Beberapa siklus materi:
  1. Siklus air: pada mh. Air kembali melalui proses penguapan dan pernafasan. Siklus air kecil terjadi bila air laut menguap dan membentuk awan, kemudian mengalami proses pengembunan menjadi hujan yang jatuh ke laut lagi. Siklus air sedang tjd bila hujan tsb jatuh di daratan, air sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, sebagian lagi mengalir ke sungai, danau dan akhirnya ke laut menjadi air permukaan.       Uap air dari sungai, danau, dan laut tersebut membentuk awan lagi dst. Hewan memperoleh air berupa air minum dan makanan yang mengandung air, sedang tumbuhan memperoleh air dari tanah melalui akar.
  2. Siklus karbon: CO2 dari pernafasan, diambil tumbuhan untuk proses fotosintesis yg kemudian disimpan dalam bentuk senyawa organic, s. organic ini dimakan konsumen. Jika m.h. mati maka senyawa karbon dalam tubuhnya akan diuraikan oleh pengurai menjadi senyawa an organic yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan dst. Penguraian C dalam tumbuhan dapat terjadi sangat lambat sampai jutaan tahun, yang akhirnya terbentuklah batu bara, minyak bumi dll.
  3. Siklus oksigen berhubungan langsung dengan siklus carbon, yaitu tjdnya pernafasan dan fotosintesis.
  4. Siklus nitrogen: bila protein pada m.h. yang telah mati diuraikan oleh pengurai menjadi senyawa N dalam tanah terutama gas NH3, jika bereaksi dengan air akan memben-tuk ion NH4 yang langsung dapat diserap kembali oleh tumbuhan. Udara banyak sekali mengandung N2 (78%) tapi hanya bakteri pengikat N2 yang dapat memanfaatkannya secara langsung menjadi senyawa N dalam tanah, mis: Azotobacter  yang hidup bebas dan Rhizobium yang bersimbiosis dengan akar kacang-kacangan. Kilat dan halilintar juga dapat mengubah N2 menjadi senyawa N yang jatuh ke tanah bersama air hujan, di tanah kelompok I bakteri nitrifikasi mengubah ion NH4+ menjadi senyawa nitrit, kemudian oleh bakteri nitrat akan diubah menjadi senyawa nitrat yang siap diisap oleh tumbuhan.
Aliran energi: mh. Memperoleh energi dari sinar matahari , energi ini kemudian pindah ke produsen , konsumen dan akhirnya ke pengurai, sedangkan sebagian lain tersebar ke lingkungan, artinya energi yang sudah terlepas ke lingkungan tidak dapat kembali lagi masuk ke dalam sistem kehidupan. Aliran energi berupa makanan dan jaring makanan dari komponen-komponen produsen, konsumen dan pengurai, aliran energi ini dapat berupa simbiosis antar organisme yang saling membutuhkan.
Ø  Hubungan antar komponen biasanya dibuat dalam bentuk piramida ekologis.
Ø  Piramida ekologis: bentuk diagram dari struktur trofik yang diukur dan dinyatakan dalam satuan besaran biomassa, energi maupun jumlah individu.
Ø  Biomassa : jml berat kering seluruh mh permeter persegi.
Ø  Piramida ekologis ada 3:
1.      jumlah individu: menggambarkan jml individu dalam tingkat trofik.
2.      Biomassa: menggambarkan hubungan jml biomassa pada tingkat trofiknya.
3.      Energi: menggambarkan jml energi dari individu2 pada tingkat trofik.

Macam-macam bentuk pola kehidupan
a.       Deme: populasi yang khas dalam daerah yang khas pula, C/ pingguin di kutub selatan.
b.      Bioma: kumpulan beberapa populasi (komunitas) yang khas, atau unit global utama dari fauna dan flora, atau macam komunitas utama yang terdapat pada sebuah benua yang dapat dikenal berdasarkan fisiognomi(kenampakan)nya. Iklim yang sesuai menentukan keberadaan bioma tersebut, pemberian nama suatu bioma biasanya didasarkan pada vegetasinya.

Beberapa bioma di dunia:
  1. Bioma Gurun: pada daerah tropis dan berbatasan dengan padang rumput.
Bioma ini terdapat di Afrika, Amerika, Australia dan Asia(china).Cirinya:
ü  curah hujan sangat rendah ( 25 cm pertahun).
ü  Pancaran sinar matahari sangat terik, penguapan tinggi.
ü  Suhu malam hari rendah, siang sangat tinggi  40 oC, amplitudo besar skl.
ü  Tumbuhan semusim kecil2, yg tahunan beradaptasi dengan kekurangan air dan penguapan tinggi, dengan bentuk daun seperti duri/ tak berdaun, akar panjang dan memiliki jaringan penyimpanan air. C/ Kaktus, Euphorbia purba, dan semak.
ü  Hewan yang ada adalah unta, keledai, kambing,  rusa, ibeks, tokek, katak gurun, tikus gurun, insekta, ular, kucing liar, rubah dan hyena.

2.      Bioma Padang rumput: terbentang dari daerah tropis – sub tropis.
Cirinya: Curah hujan antara 25-50 cm pertahun, hujan turun tidak teratur.Penyebutan padang rumput berbeda tiap wilayah:
ü  Di Argentina dsb: Pampas, hewan yang sama dengan prairie.
ü  Di Amerika utara dsb: prairi, hewan yang khas bison, antelop, kuda, serigala, coyote, rubah, rhea, luak.
ü  Di Hungaria dsb: Pustaz.
ü  Di Rusia dsb: Steppa , hewan yang khas tupai tanah, hamster,, lemming, tikus mole.
ü  Di Afrika dsb: Veld.

3. Bioma Hutan hujan tropis (Hutan basah): terdapat pada daerah tropis – sub tropis.
Cirinya:
ü  Hujan setiap hari, curah hujan 200-400cm pertahun.
ü  Kelembaban tinggi dan suhu tetap sepanjang hari  25 oC.
ü  Di sini tumbuhan dapat mencapai beratus-ratus spesies, pohon2 tinggi berdaun lebar dan selalu hijau, ada juga yang berkanopi/tudung lebar mis, fam. Dipterocarpaceae.
                Banyak terdapat tanaman epifit seperti anggrek, juga tanaman pemanjat seperti rotan dan liana. Karena tinggi pohon tidak sama maka terjadi stratifikasi.
Stratifikasi pada HHT t.d.:
§  Lap. Teratas/A.terbentuk dari pohon tingginya 30-45m.
§  Lap. Kedua/B tinggi pohon 18-27m, kanopinya saling bersambung menyebabkan keadaan hutan menjadi gelap.
§  Lap.ketiga/C tinggi pohon 8-14m.
§  Lap semak tinggi pohon dibawah 10m.
§  Lap. Tumbuhan herba lain yang terdiri dari tumbuhan kecil dan anakan dari pohon2 besar.
§  Adanya stratifikasi menyebabkan terjadinya iklim mikro (iklim yang berlangsung disekitar organisme, dan berbeda dengan rata-rata didaerah itu) dari tudung sampai dasar.
§  Cahaya matahari menembus dasar lantai hutan  2 % sehingga hutan lembab dan gelap.
§  Jenis hewan yang menghuni H.H.T adalah: Elang Harpi, monyet, Kukang, betet, jaguar, oselot, tapir, ayam hutan (di Brasil).
§  Elang pemakan monyet, rangkong, katak, lemur terbang, betet, leopard, orang utan, siamang, insekta, ular, cacing, harimau, gibbon (di Asia).
§  Elang mahkota, kucing emas, gorilla, insekta dan ular (di Afrika).


4. Bioma Hutan gugur daun (deciduous forest): ciri khas daerah sub tropis, Cirinya:                  
ü  curah hujan 75 – 100 cm/tahun.
ü  Pohon tidak begitu rapat dan spesies sedikit 10-20 spesies, menjelang musim dingin pohon2 menyesuaikan diri dengan menggugurkan daunnya, karenanya sebelum musim dingin disebut musim gugur, biasanya pohon akan berhenti pertumbuhannya, tanaman semusim mati, yang tinggal hanya bijinya, yang akan berkecambah menjelang musim panas(disebut musim semi).
ü  Jenis hewan yang hidup: tupai, rakun, beruang, burung warbler, burung walet, dormice, landak, rubah merah, luak, rusa dan babi liar.
5. Bioma Taiga: terdapat pada daerah terdingin di belahan bumi utara dan di pegunungan tropikCirinya:                  
ü  Curah hujan 40-60 cm /tahun.
ü  Jenis tumbuhan pinus, tusam, cemara.
ü  Suhu sangat rendah, mis di Siberia dapat mencapai -60oC, shg air membentuk salju.
ü  Hewan yang ada berbulu tebal spt: kucing salju/lynk, menjangan merah/elk, kelinci, rubah merah, serigala abu-abu, beruang hitam, berang-berang, dan burung (berimigrasi pada musim dingin, dan datang lagi pada musim panas)

6. Bioma Tundra: terdapat di belahan bumi utara di dalam lingkaran kutub utara dan di pegunungan tropis pada ketinggian diatas 2500m.
ü  Iklimnya iklim kutub dengan musim dingin yang panjang serta gelap dan musim panas yang lama serta terang terus menerus. Disini dijumpai tanah yang lapisan bawahnya es, sedang atasnya mencair disebut permafrost.
ü  Tumbuhan yang ada: pohon kerdil dan lumut kerak, tumbuhan semusim berbunga sangat menyolok dengan masa pertumbuhan yang pendek

7. Bioma  Savana: terdapat di kedua sisi katulistiwa, berkembang di Afrika, Amerika selatan, Australia, dan Indonesia (NTB & NTT).
ü  Kondisi lingkungan: curah hujan sedang (hujan selama 4 bulan, selebihnya kemarau), iklim kering, musim kering panjang dan pengap.
ü  Tumbuhan didominasi oleh rumput, akasia (Afrika),eukaliptus (Australia).
ü  Hewan yang ada: gajah, zebra, banteng, kijang, singa, serigala, burung pemakan bangkai, trenggiling, semut, kumbang dan rayap.

8.Bioma Hutan Mangove: terdapat di daerah yang berawa atau berair payau (tepi pantai atau daerah berair).
ü  Tumbuhan yang hidup a.l. Rhizospora sp., sonnaretia sp., mangrove putih (Avicenia sp.) dan Brugulera sp., kebanyakan tumbuhan tersebut memiliki akar nafas (pneumatofora) dan berakar tunjang.
ü  Hewan dgn habitatnya berbeda: burung pemakan ikan dan monyet (Di puncak pohon), di dahan dan akar menempel kijing, remis, ketam dan siput. Di dasar terdapat udang, ular, katak dan insekta lain. Hewan khasnya adalah ikan glodok  atau ikan paru-paru (Periophthalmus spp.)


E.   Kesimpulannya

Makhluk hidup dibumi ini, membentuk beberapa organisasibaik terdiri atas individu, populasi maupun komunitasdimana semuanya membaur jadi satu dan dinamakan ekosisitem, makhluk hidup dalamekosistem tersebut tumbuh dan saling berinteraksi satu samalain, proses pertumbuhan dan mata rantai makluk hidup tersebut tidak terlepas dari aliran energi dan materi dalamekosistem alami tersebut. Karena siklus materi sangat berperan penting demikelangsungan proses pertumbuhan secara terus menerus dibumi., Beranekaragamnyamakhluk hidup dibumi ini berdasarkan kelompok/perorangannya menimbulkan polapola kehidupan yang berbedadiman pola itu disesuaikan dengan keadaan alamnya.Untuk itulah kita makhluk hidup harus tetap menjaga siklus kehidupan dimuka bumi ini.



0 komentar: